Batu – Mengunjungi Kota Wisata Batu, Jawa Timur, tidak lengkap jika tidak mencicipi buah khas kota tersebut, apel, selain itu juga akan terasa hambar jika tidak mencoba kesegaran sarinya, yakni "sari apel".
Minuman yang terbuat dari sarinya buah apel ini sudah cukup populer di kalangan masyarakat Kota Batu sejak awal tahun 2000-an, sebab mayoritas minuman ini telah diproduksi secara "home industri" (industri rumahan) oleh masyarakat setempat pada tahun itu.
Selain memiliki kesegaran, sari apel juga memiliki vitamin yang terkandung dalam buah apel, seperti mengandung 50 persen lebih banyak vitamin A dibandingkan jeruk.
Vitamin ini, berfungsi untuk menyembuhkan influenza dan infeksi lainnya, khasiat lainnya yakni menjaga mata dalam kondisi baik dan mencegah kebutaan.
Salah satu pemilik industri rumahan sari apel "Surya Alam Batu" Siswanto, menuturkan minuman sari apel sudah menjadi idola bagi masyarakat dan banyak dicari konsumen.
Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah pemesanan setiap harinya, bahkan bisa mencapai 2000 dus/paket jika memasuki hari-hari besar, seperti Lebaran.
"Alhamdulillah, order dari berbagai kota terus meningkat, kalau bulan-bulan biasa kami memproduksi 1000-1.250 dus per bulan, namun menjelang Lebaran pesanan bisa terus meningkat hingga 2.000 dus," papar Siswanto yang mengolah sendiri sari apel di kediamannya di Jalan Suropati Gang Bale, Desa Pesanggrahan, Kota Batu tersebut.
Ia menuturkan, untuk mengolah buah apel menjadi sari apel sangatlah mudah. Siswanto yang dibantu oleh lima karyawannya ini menjelaskan, cukup diperlukan buah apel dengan kualitas terbaik.
Awalnya, apel tersebut dikupas lalu di iris hingga menjadi potongan kecil-kecil, kemudian dimasukan ke dalam panci dan dimasak. Hasil masakan dari bahan tersebut, kemudian disaring lalu dipindahkan ke panci lainnya dengan ditambahkan sedikit racikan khas minuman sari apel, lalu dikemas dalam kemasan yang menarik kemudian dijual.
Sementara itu, salah satu konsumen minuman sari apel Anas Ramadhan, menjelaskan memang akan terasa berbeda jika belum pernah mencoba, bahkan katanya, rasa yang akan didapat pada kali pertama meminumnya yakni manis serta bercampur asam.
"Rasanya manis, tapi ada asamnya, meski demikian jika terus dirasakan maka akan terasa enak dan menyegarkan," ucap pria yang rumahnya di Sepanjang Asri, Sidoarjo tersebut.
Anas menuturkan, ia sengaja mampir ke pasar Kota Batu untuk membeli oleh-oleh sari apel usai berkunjung ke tempat wisata Jatim Park "Jika beli di Sidoarjo sulit dicari, dan harganya pun mahal. Oleh karena itu sekalian mampir di sini untuk oleh-oleh," ujarnya.
Apakah Anda tertarik untuk mencoba kuliner kesegaran sari apel dan mendapatkan manfaatnya?
Oleh Abdul Malik Ibrahim.
OISHII
PERUSAHAAN KAMI ADALAH PERUSAHAAN PEMBUAT PRODUK BERBAHAN DASAR ALAM DARI INDONESIA ASLI. BEBERAPA PRODUK YANG TELAH KAMI BUAT ANTARA LAIN : 1. MINUMAN SARI APEL 2. MINUMAN SARI JAMBU MERAH 3. MINUMAM SARI SIRSAT KAMI DAPAT MELAYANI ANDA DALAM JUMLAH PARTAI MAUPUN ECERAN, KAMI JUGA MEMBUKA KERJA SAMA UNTUK POTENSI EXPORT
Sabtu, 26 Februari 2011
Selasa, 04 Januari 2011
Malang Raya>>Potensi Minuman Sari Buah: Sari Apel, Sari Jambu Dan Sari Sirsat
Industri minuman ringan Indonesia tumbuh dengan pesat dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya jenis produk minuman non alcoholic tersebut yang ditemukan di pasaran.
Minuman ringan pada dasarnya diklasifikasikan menjadi 6 jenis, yakni minuman sari buah, berkarbonasi, Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), teh siap saji, kopi dan susu siap saji, serta minuman isotonik/energi. Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM), Suroso Natakusuma, peluang pengembangan industri minuman ringan masih terbuka. “Hal ini dikarenakan masih rendahnya konsumsi minuman ringan di Indonesia,” kata Suroso. Ia menambahkan bahwa, konsumsi minuman berkarbonasi di Indonesia masih 33 liter perkapita pertahun dan AMDK 53 liter perkapita, sedangkan konsumsi minuman ringan lainnya lebih rendah lagi. Padahal, di Thailand, konsumsi minuman ringan sudah mencapai 89 liter perkapita, Filipina 122 liter perkapita, dan Singapura 141 liter perkapita. “Tahun 2015, kita menargetkan konsumsi rata-rata minuman ringan dapat mencapai 88 liter perkapita,” kata Suroso. Tren pertumbuhan minuman ringan siap saji dapat dilihat pada Gambar 1.
Visi industri minuman ringan Indonesia pada 2030 adalah bisa berperan penting di kancah regional. Sedangkan sasaran strategis pada 2015 ini adalah produk industri minuman ringan menjadi tuan rumah di negeri sendiri, dengan meningkatkan daya saing produk, teruma dalam kaitannya menghadapi FTA (Free Trade Agreement).
Menurut Suroso, untuk mencapai hal tersebut tidaklah mudah. Membaiknya kondisi ekonomi makro belum memberikan insentif bagi pemulihan industri minuman ringan. Naiknya biaya-biaya dan berbagai kendala menghantui percepatan pertumbuhan industri tersebut. Faktor-faktor yang menjadi tantangan dalam perkembangan industri minuman antara lain, kondisi iklim usaha yang belum mendukung, seperti penyelundupan, kepastian hukum, ekonomi biaya tinggi, sistem perpajakan, dan sistem kepabeanan; persaingan global yang makin ketat; integrasi dan regionalisasi ekonomi global yang mempengaruhi tatanan ekonomi dunia; dan gerak perdagangan dunia yang makin dinamis dan cepat.
Tantangan lain yang harus dihadapi adalah semakin tingginya kesadaran terhadap isu lingkungan. Konsumen semakin menuntut industri untuk turut menjaga kelestarian lingkungan. Oleh sebab itu, kini sejumlah pabrik minuman ringan telah melengkapi dirinya dengan sertifikat ISO 14001, sebagai bukti telah menerapkan sistem manajemen lingkungan, baik pengelolaan lingkungan fisik, maupun lingkungan sosial dan budaya yang berstandar internasional.
Potensi minuman sari buah
Salah satu jenis minuman ringan yang memiliki potensi untuk dikembangkan adalah minuman sari buah. Ketua Asosiasi Pengolah Sari Buah Indonesia (APSARI), Farchad Poeradisastra, mengungkapkan bahwa sebagai negara agraris di khatulistiwa, negeri ini kaya akan buah-buahan tropis yang mempunyai nilai jual di pasar global. Buah-buahan Indonesia yang mempunyai nilai ekonomis dan ekspor tinggi dapat dilihat pada Tabel 1 dan 2.
Namun demikian, Farchad menambahkan, bahwa masih banyak kendala yang harus dihadapi dalam pengembangan sari buah di Indonesia, baik untuk industri besar maupun industri kecil. Untuk industri besar, kendala yang dihadapi meliputi peralatan yang kapasitasnya cukup besar, sehingga tidak memungkinkan untuk produksi skala kecil. Sementara itu, suplai buah tidak memungkinkan untuk outsourcing karena tidak ada lahan petani yang cukup besar. “Serta adanya perubahan iklim global yang menyebabkan produktivitas menurun, ketersediaan buah menjadi rendah sekali,” ujar Farchad.
Sedangkan untuk industri kecil, kendala yang dihadapi di antaranya tidak tersedianya peralatan berteknologi tinggi skala kecil; bervariasinya mutu buah (kematangan, ukuran, dan sebagainya); produktivitas rendah; sarana transportasi tidak memadai; tidak tersedianya rantai dingin; serta belum adanya mitra yang bisa mendorong usaha kecil. “Kendala-kendala tersebut harus diatasi pemerintah dan dunia usaha secara terpadu, misalnya dengan program pemetaan potensi buah nasional, peningkatan sarana dan prasarana, program kemitraan, dan lain-lain,” tambah Farchad.
Rabu, 29 Desember 2010
Sari Buah Apel: Pemanfaatan Kualitas Sari Buah Apel Berdasarkan Kadar Keasaman
Kesehatan adalah salah satu aspek terpenting bagi kehidupan manusia. Tidak salah jika banyak manusia yang berusaha agar tetap sehat dengan cara berolahraga dan mengkonsumsi makanan-makanan yang bergizi tinggi. Apel sebagai salah satu jenis buah yang memiliki kandungan gizi yang tinggi sering dijadikan sebagai obat atau suplement bagi tubuh agar tetap sehat. Manfaat apel akan lebih efektif jika dikonsumsi dalam bentuk sari buah. Namun yang perlu dicermati adalah seberapa amankah kadar keasaman yang diperbolehkan untuk dikonsumsi manusia. Untuk membuat alat yang dapat digunakan dengan meneliti kandungan keasaman pada sari buah apel yang berbeda jenis, waktu simpan dan suhu penyimpanan. Hasil dari penelitian ini yaitu berupa sebuah alat untuk mengukur derajat keasaman sari buah apel serta didapatkan data-data hasil penelitian derajat keasaman dari apel yang menjadi objek observasi sehingga data-data ini dapat digunakan sebagai acuan dalam penelitian selanjutnya maupun sebagai referensi dalam agroindustri minuman sari buah apel. Dari Uji coba yang dilakukan didapatkan rata-rata kadar keasaman pada buah apel yang disimpan pada suhu kulkas (10�) untuk apel fuji = 4.6825, New Zealand = 4.55, manalagi = 4.91875, Malang = 4.14375. Sedangkan untuk apel yang disimpan pada suhu ruang(31�C) untuk apel fuji = 4.7475, New Zealand = 4.31875, manalagi = 4.46625, Malang = 4.1675.
Kata kunci: Apel, Derajat keasaman, Agroindustri.
Nama : Ratna Adil
Email : ratna@eepis-its.edu
Kategori : C2-Signal & Image Processing
Institusi : Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Email : ratna@eepis-its.edu
Kategori : C2-Signal & Image Processing
Institusi : Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Selasa, 14 Desember 2010
PELUANG BISNIS: DICARI AGEN DAN DISTRIBUTOR MINUMAN SARI BUAH
Dalam rangka pengembangkan jaringan pemasaran atau ekspansi produk Minuman Sari Buah OISHII, kami mencari AGEN dan DISTRIBUTOR di seluruh wilayah Indonesia untuk produk Minuman Sari Buah kami. Peluang bisnis ini sangat besar keuntungannya. SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!
Syarat menjadi mitra CV. Manna Agrotama kirimkan biodata ke email kami: oishiine@yahoo.com
Untuk lebih lanjut silakan hubungi contact person kami.
Syarat menjadi mitra CV. Manna Agrotama kirimkan biodata ke email kami: oishiine@yahoo.com
Untuk lebih lanjut silakan hubungi contact person kami.
Minggu, 12 Desember 2010
SEMARAK PROMOSI: JELANG NATAL & TAHUN BARU 2010
Kamis, 09 Desember 2010
JUAL: MINUMAN SARI BUAH
MINUMAN SARI BUAH
OISHII SARI BUAH APEL
mengandung vitamin A, B1, B2, B3, B6 dan C. mengandung zat antioksidan untuk melawan radikal bebas. Menurunkan resiko kanker dan baik untuk pencernaan.
OISHII SARI BUAH JAMBU
Mengandung vitamin A dan C yang sangat tinggi. Mengandung zat antioksidan dan mengandung zat anti kanker serta baik untuki pencernaan.
OISHII SARI BUAH SIRSAK
Mengandung vitamin B1, B2 dan C. mengandung fosfor dan kalsium yang baik untuk kesehatan tulang, mengandung zat anti oksidan penangkal radikal bebas serta kaya serat yang baik untuk pencernaan.
Minuman Sari buah : Sari Buah Jambu
Berbagai alternatif penggunaan bahan alam secara baik kini menghadirkan ide untuk penggunaan buah dari alam salah satunya adalah buah jambu untuk digunakan sebagai minuman yang mempuyai manfaat dan daya jual, salah satunya adalah pembuatan minuman sari buah jambu bermanfaat sebagai sajian minuman segar yang cukup mangandung vitamin C . MANNA AGROTAMA berupaya menggunakan bahan alam berupa buah jambu merah sebagai bahan pembuat minuman sari buah yang kaya manfaat sebagai sajian minuman yang segar dalam segala suasana. MANNA AGROTAMA memunculkan produk OISHII minuman sari buah jambu.
Jambu biji (Psidium guajava linn) berasal dari Amerika Tengah. Tanaman ini dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Umumnya ditanam di pekarangan dan di ladang-ladang. Pohon jambu biji merupakan tanaman perdu yang bercabang banyak, tingginya dapat mencapai 12 m. Besarnya buah bervariasi dari yang yang berdiameter 2,5 cm sampai dengan lebih dari 10 cm.
Jambu yang digemari oleh masyarakat umumnya yang berdaging lunak dan tebal, rasanya manis, berbiji sedikit dan buahnya berukuran besar. Beberapa jenis jambu biji yang diunggulkan antara lain jambu Pasar Minggu, Jambu Bangkok, jambu Palembang, jambu sukun, jambu apel, jambu sari, jambu merah dan jambu merah getas.
Di antara berbagai jenis buah, jambu biji mengandung vitamin C yang paling tinggi dan cukup mengandung vitamin A. Dibanding buah-buahan lainnya seperti jeruk manis yang mempunyai kandungan vitamin C 49 mg/100 gram bahan, kandungan vitamin C jambu biji 2 kali lipat. Vitamin C ini sangat baik sebagai zat antioksidan. Sebagian besar vitamin C jambu biji terkonsentrasi pada kulit dan daging bagian luarnya yang lunak dan tebal.
Kandungan vitamin C jambu biji mencapai puncaknya menjelang matang. Selain pemasok andal vitamin C, jambu biji juga kaya serat, khususnya pectin (serat larut air), yang dapat digunakan untuk bahan pembuat gel atau jeli. Manfaat pectin lainnya adalah untuk menurunkan kolesterol yaitu mengikat kolesterol dan asam empedu dalam tubuh dan membantu pengeluarannya. Penelitian yang dilakukan Singh Medical Hospital and Research center Morrabad, India menunjukkan jambu biji dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah serta tekanan darah penderita hipertensi essensial.
Tabel Kandungan Gizi jambu biji dalam 100 gram
Kandungan | Jumlah | Kandungan | Jumlah |
Energi Vitamin A Protein Vitamin B1 Lemak Vitamin B2 Karbohidrat | 49,00 ka 25 SI 0,90 gr 0,05 mg 0,30 gr 0,04 mg 12,20 gr | Vitamin C Kalsium Niacin Fosfor Serat Besi Air | 87,00 mg 14,00 mg 1,10 mg 28,00 mg 5,60 gr 1,10 mg 86 gram |
Bagian yg dapat dimakan 82 %
Jambu biji juga mengandung tannin, yang menimbulkan rasa sepat pada buah tetapi juga berfungsi memperlancar sistem pencernaan, sirkulasi darah, dan berguna untuk menyerang virus.
Kurangi resiko penyakit jantung sampai 16%
Jambu biji juga mengandung kalium yang berfungsi meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot, mengatur pengiriman zat-zat gizi lainnya ke sel-sel tubuh, mengendalikan keseimbangan cairan pada jaringan dan sel tubuh. Penelitian yang dilakukan Singh Medical Hospital & Research Centre Morabad , India menunjukkan bahwa jambu biji dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah serta tekanan darah penderita hipertensi. Karena kandungan likopen yang tinggi ini, di Indonesia jus buah jambu merah sering kali dipergunakan untuk meningkatkan kadar trombosit penderita penyakit demam berdarah. Menurut Dr. James Cerda dengan memakan jambu biji 0,5 - 1 kg / hari selama 4 minggu resiko terkena penyakit jantung dapat berkurang sebesar 16 %.
Dalam jambu biji juga ditemukan likopen yaitu zat non gizi potensial lain selain serat. Likopen adalah karatenoid (pigmen penting dalam tanaman) yang terdapat dalam darah (0,5 mol per liter darah) serta memiliki aktivitas anti oksidan. Riset-riset epidemologis likopen pada studi yang dilakukan peneliti Itali, mencakup 2.706 kasus kanker rongga mulut, tekek, kerongkongan, lambung, usus besar dan dubur, jika mengkonsumsi likopen yang meningkat, khususnya pada jambu biji yang daging buahnya berwarna merah, berbiji banyak dan berasa manis mempunyai efek memberikan perlindungan pada tubuh dari beberapa jenis kanker.
Disamping manfaat jambu biji untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah serta mencegah munculnya kanker, memperkuat daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit, meningkatkan kesehatan gusi, gigi dan pembuluh kapiler serta membantu penyerapan zat besi dan penyembuhan luka. Jambu biji juga berkhasiat anti radang, anti diare dan menghentikan pendarahan, misalnya pada penderita demam berdarah dengue (DHF).
Langganan:
Postingan (Atom)


